Articles

Articles Stories

Wedding Vow, Membuat Ekspresi Cinta Anda Lebih Bermakna

Berasal dari tradisi keagamaan berusia ratusan tahun, janji nikah atau wedding vow telah menjelma menjadi cara baru memaknai ikatan pernikahan yang menembus batas agama, negara dan budaya.

Elemen terpenting dalam sebuah prosesi pernikahan adalah saat kedua mempelai mengikrarkan janji pernikahan. Bentuk atau ungkapannya bisa bervariasi sesuai  agama, budaya atau negara. Namun intinya, janji pernikahan adalah salah satu bagian prosesi wajib yang dianggap sakral dan menentukan sah atau tidaknya proses pernikahan itu sendiri. Tentunya diikuti oleh pertukaran cincin kawin yang tidak kalah simbolis sesudahnya.

Pernahkah Anda bertanya, sejak kapan wedding vow itu ada? Janji nikah sudah hadir sejak pernikahan itu sendiri ada di zaman kekaisaran Romawi (17 Sebelum Masehi – 476 Sesudah Masehi). Namun baru tercatat secara resmi pada Book of Common Prayer (Buku Kumpulan Doa) yang berasal dari gereja Anglikan Salisbury-Inggris dari abad pertengahan, sekitar tahun 1549.

Bunyi wedding vow yang umum ditemui di zaman itu memuat kata-kata berikut, diucapkan oleh kedua mempelai, baik laki-laki atau pun perempuan: “I […] take you, […] to be my [wife/husband], to have and to hold from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death us do part, according to God’s holy law, and this is my solemn vow.”

Namun demikian, ada alternatif lain di bagian ‘to love and to cherish’ yang bisa dipilih oleh mempelai laki-laki, yaitu ‘to love, to cherish and to worship’. Sementara pilihan lain untuk mempelai perempuan adalah to love, to cherish, and to obey. Tapi seiring dengan perkembangan zaman dan persamaan hak perempuan, bagian ‘to obey’ (mematuhi) dihilangkan secara resmi di tahun 1922.

Tetap Relevan Setelah Ratusan Tahun

Kalau kita membedah apa isi dari janji nikah yang paling standar di atas, maka ada dua hal utama yang menjadi inti wedding vow. Pertama adalah pernyataan kedua mempelai untuk saling menerima yang lain apa adanya untuk menjalani hidup bersama dengan penuh cinta. “To have and to hold from this day forward”

Yang kedua adalah penekanan tekad untuk tetap bersama dan saling mencinta meskipun keadaan tidak selalu mudah, sesuai harapan atau sesuai rencana. “For better for worse, for richer for poorer, in sickness and in health”

Percaya atau tidak, kedua inti pernyataan tersebut memang masih sangat relevan sampai saat ini. Naik dan turun adalah dinamika dalam hubungan percintaan mana pun, dan isu finansial dan kesehatan adalah dua hal yang sering menjadi penyebab friksi dalam pernikahan.

Wedding Vow Versi Modern

Seiring dengan waktu, wedding vow mulai mengalami perubahan. Sebabnya, semakin marak pernikahan yang tidak lagi identik dengan institusi keagamaan (tanpa mengecilkan institusi keagamaan itu sendiri). Banyak pasangan yang kini lebih memilih untuk menikah di lembaga sipil. Belum lagi pernikahan antar agama, ras dan warna negara berbeda yang makin meluas beberapa dekade belakangan.

Kondisi yang serba berbeda ini menuntut ekspresi cinta berbeda yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan pasangan. Modifikasi wedding vow pun mulai banyak dilakukan. Ada yang tetap memakai wedding vow klasik lalu ditambahkan dengan versi yang lebih personal. Ada juga yang menggantinya total menjadi benar-benar berbeda. Biasanya dilakukan dengan ungkapan atau pemilihan kata yang lebih personal dan unik.

Jadi, jangan kaget kalau saat menghadiri sebuah acara pernikahan, pasangan yang menikah saling mengucapkan janji nikah yang sangat personal. Tidak jarang pasangan saling menyimpan wedding vow-nya sampai saat diucapkan secara langsung saat acara. Ada tawa dan rasa haru yang menggugah perasaan. Unsur surprise jadi elemen yang membuat pernikahan jadi lebih berkesan, baik untuk pasangan maupun tamu yang menjadi saksi.

3 Hal Yang Sebaiknya Ada Di Wedding Vow

Anda berniat membuat wedding vow sendiri untuk acara pernikahan nanti? Anda punya kebebasan untuk mengungkapkannya dengan ekspresi apa pun. Bahasanya pun tidak selalu harus formal. Tapi sebaiknya mengandung 5 hal penting di bawah ini.

1. Ungkapkan Perasaan

Kata ‘I love you’ mungkin sudah sering Anda ucapkan kepada pasangan selama masa pacaran. Tapi saat diucapkan di momen pernikahan, tiga kata ini akan lebih melekat dan menjadi pengingat hari bahagia Anda dan pasangan.

2. Berbagi Pengalaman Pribadi

Saat membuat wedding vow, tidak ada salahnya kalau Anda jadi lebih manusiawi dengan berbagi cerita Anda dan pasangan. Tidak hanya yang indah-indah saja, tapi juga yang konyol atau bahkan memalukan tapi meninggalkan kesan mendalam dan pastinya membawa Anda dan pasangan ke titik milestone pernikahan ini.

3. Benar-Benar Berjanji

Seperti namanya, janji nikah atau wedding vow sebaiknya juga benar-benar memuat janji, sebuah komitmen yang dibuat di hadapan banyak orang sebagai saksinya. Tidak harus yang selalu serius dan berat, tapi juga hal-hal kecil yang berarti buat pasangan, misalnya janji untuk menyingkirkan cicak yang sangat ditakuti pasangan.

Tips Praktis Membuat Wedding Vow

Kalau isi sudah ada dalam pikiran, maka wedding vow hanya masalah teknis saja, Tapi jangan diabaikan karena bisa bikin kekacauan di saat-saat yang sangat menentukan. Ini dia tips praktis saat membuat janji nikah.

1. Jangan Menunggu Sampai Hari H

Buat versi final wedding vow Anda minimal 3 minggu sebelum hari pernikahan tiba. Itu artinya, bisa jadi Anda sudah harus mulai mengonsepnya 1-2 bulan sebelumnya.

2. Buat List Hal-Hal Penting

Merasa kesulitan merangkai kata? Jangan resah. Sebagai langkah awal, buat saja list hal-hal yang Anda suka dari pasangan, apa yang Anda harapkan ketika sudah menikah nanti dan bagaimana mewujudkannya bersamanya. Mulailah menyusun wedding vow Anda dari yang paling Anda suka dari list itu.

3. Pilih Poin Terpenting

Anda hanya punya waktu beberapa menit saja untuk mengucapkan janji nikah. Jadi, jangan terlalu ambisius untuk memasukkan semua yang ingin Anda ucapkan. Pilih poin-poin yang paling penting saja buat Anda dan juga buat pasangan.

4. Selipkan Humor

Kalau Anda punya bakat untuk membuat humor, maka beruntunglah Anda. Kemampuan Anda membuat pasangan tersenyum dan tertawa adalah modal yang sangat berharga dalam sebuah pernikahan.

5. Masukkan Kutipan

Kalau Anda hobi menonton film atau membaca buku, pasti akan bertemu kutipan-kutipan yang berkesan. Nah, kalau konteksnya sesuai, kutipan ini bisa memperkaya wedding vow Anda.

6. Maksimal Tiga Draft

Buatlah draft dengan rentang yang waktu cukup di antaranya. Dengan cara ini, Anda jadi punya waktu untuk mengendapkan lalu me-refresh-nya kembali. Batasi jumlah draft hingga tiga saja.

7. Sempatkan Berlatih

Sempatkan diri untuk melatih mengucapkan janji nikah Anda. Latihan ini bisa membuat Anda menyesuaikan susunan kata-kata yang mungkin terasa benar saat ditulis tapi kurang enak saat diucapkan. Anda juga bisa berlatih di depan sahabat terpercaya dan terbuka dengan segala masukan.

8. Simpan Sampai Saatnya Tiba

Wedding vow adalah ibarat hadiah untuk pasangan Anda di hari pernikahan, jadi sebaiknya simpan untuk Anda sendiri (dan sahabat terdekat yang terpercaya) sampai hari pernikahan tiba. Ekspresi pasangan saat mendengarnya pertama kali di hari pernikahan pasti akan tidak ternilai.

Sudah mulai terpikir ide-ide untuk membuat wedding vow Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *