Articles

Articles Stories Tips

Wedding Ring & Wedding Vow Yang Tidak Terpisahkan

Janji pernikahan dan cincin kawin adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dilakukan di saat yang sama atau pun berurutan tidak mengurangi maknanya.

Momen pernikahan yang sakral punya elemen penting yaitu mengucapkan janji nikah atau wedding vow. Inilah saat kedua mempelai menyatakan bersedia untuk terikat kepada satu sama lain dengan penuh sukarela dan ketulusan.

Biasanya, janji nikah mengandung unsur ikrar untuk saling mencintai dalam berbagai kondisi, baik atau pun buruk, dengan segala variasinya, yaitu sehat atau pun sakit, dalam kondisi (keuangan) berlebih atau pun kekurangan. Kemudian, janji pun ditutup dengan kata sampai maut memisahkan.

Pengucapan janji nikah juga tidak bisa dipisahkan dari pemakaian cincin nikah oleh kedua mempelai. Malah, keduanya hadir sebagai dua hal yang saling melengkapi. Janji yang diucapkan boleh tidak terdengar lagi, tapi cincin kawin yang jadi simbol akan tetap ada sampai waktu yang tidak terhingga.

 

Makna Wedding Ring Dalam Wedding Vow

Cincin kawin membawa makna yang dalam saat pengucapan janji nikah. Bentuknya yang melingkar tidak punya awal dan akhir melambangkan cinta yang abadi dan tidak akan berakhir. Dalam lingkaran, cinta yang diberikan pun akan kembali ke titik tempat ia berasal.

Cincin kawin juga adalah simbol komitmen dalam pernikahan. Apa pun yang terjadi dalam perjalanannya, cincin kawin akan selalu jadi pengingat siapa Anda, ke mana Anda telah pergi dan ke mana tujuan selanjutnya. Bukan hanya Anda sebagai individu, tapi juga sebagai pasangan.

Wedding ring juga menjadi simbol penyatuan dua orang sehingga memberikan kekuatan kepada keduanya untuk saling menghormati komitmen. Pernikahan bukanlah tujuan akhir tapi awal dari sebuah perjalanan. Akhir perjalanan ini ada di tangan kedua mempelai.

Ada dua cara yang biasanya dilakukan orang di seluruh dunia, yaitu melakukannya secara terpisah tetapi tetap berurutan atau melakukannya secara bersama-sama.

 

Wedding Vow Sebelum Wedding Ring

Mari kita kulik yang pertama, yaitu pengucapan janji nikah yang kemudian diikuti oleh saling memakaikan cincin kawin di jari masing-masing mempelai. Biasanya, wedding vow yang diucapkan tidak mengandung kata-kata ‘ring’ atau cincin di dalamnya.

Wedding vow, yang standar atau sudah dipersonalisasi, diucapkan oleh kedua mempelai dengan dibimbing oleh pemimpin pernikahan (biasanya sesuai agama). Setelah janji nikah selesai diucapkan, barulah diikuti oleh saling memakaikan cincin oleh kedua mempelai.

Tentunya, kehadiran cincin nikah di sini tidak berkurang maknanya meski jadi urutan kedua setelah janji nikah. Bahkan, keduanya adalah dua hal yang saling melengkapi. Cincin hadir sebagai simbolisasi pengukuhan janji nikah yang lebih dulu diucapkan.

 

Wedding Vow Bersamaan Dengan Wedding Ring

Yang kedua adalah mengucapkan janji nikah bersamaan dengan memakaikan cincin kawin. Biasanya, janji nikah untuk ini mengandung kata ‘ring’ atau cincin di dalamnya.

Contohnya: “Dengan cincin ini…” atau “I give you this ring as a symbol of….” atau ”Seperti halnya cincin yang tidak punya ujung dan pangkal, demikian juga  cinta dan kesetiaan…” atau “(Nama), pakailah cincin sebagai…” dan lain sebagainya.

Biasanya, janji nikah yang menggunakan cincin secara bersamaan ini cenderung lebih pendek dari wedding vow yang biasa. Dan satu hal lagi, setelah si pemberi cincin mengucap janji, biasanya diikuti oleh ungkapan menerima dari yang diberi cincin. Contohnya: “I accept and cherish this ring. I will wear it as a symbol of my devotion to you.”

Nah, pertanyaannya apakah janji nikah dengan cincin harus dilakukan masing-masing mempelai? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Ada yang melakukannya dua kali dengan janji nikah yang sama persis saat mempelai pria memakaikan cincin ke mempelai wanita dan lalu baliknya. Janji nikah dengan cincin yang diucapkan dua kali bisa juga dibuat lebih variatif supaya lebih personal dan tidak mengulang kalimat yang sama.

Tapi, tidak ada larangan juga untuk hanya mengucapkan satu kali janji yang diwakili oleh satu mempelai yang memberikan dan memakaikan cincin ke yang lain, bisa pria maupun wanita, tergantung kesepakatan bersama. Tentu saja, cincin kawin tetap dipakai kedua mempelai sesudah acara.

Yang mana yang akan Anda pilih?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *