Articles

Articles Tips

7 Pertanyaan Anda Seputar Cincin Pernikahan Terjawab Di Sini

Cincin pernikahan. Harus dimulai dari manakah? Model atau jenis logam? Berlian atau batu mulia? Jawaban-jawaban kecil ini mungkin bisa membantu Anda.

Hari pernikahan sudah ditentukan. Dari sekian banyak hal yang ada dalam daftar to-do check list Anda dan pasangan, cincin pernikahan pasti ada di dalamnya. Meskipun ukurannya kecil, tapi cincin kawin adalah benda yang sangat signifikan. Sebelum Anda memulai petualangan mencari cincin kawin yang tepat, kami coba jawab beberapa pertanyaan mendasar seputar cincin kawin yang mungkin sedang berputar dalam pikiran Anda di saat ini.

1. Kapan Sebaiknya Membeli Cincin Pernikahan?

Banyak pasangan yang menunda sampai sebulan atau dua bulan sebelum hari H untuk membeli cincin kawin. Ini tidak disarankan karena biasanya Anda jadi sudah mengalokasikan sebagian besar budget pernikahan untuk pos yang lain. Padahal, cincin pernikahan adalah sesuatu yang akan Anda miliki selamanya, sehingga patutlah Anda mencurahkan perhatian, waktu dan budget yang layak pula.

Jadi, kapan sebaiknya Anda membeli cincin kawin? Para ahli menyarankan, segera sesudah Anda dan pasangan menentukan tanggal pernikahan, maka sebaiknya Anda juga langsung mulai mencari cincin yang tepat. Kalau dihitung, minimal 3 bulan sebelum hari H. Semakin banyak waktu yang Anda punya untuk memilih, semakin besar kemungkinan Anda akan mendapatkan  cincin pernikahan yang paling tepat.

Ingat, Anda juga butuh waktu untuk mengukir, menyesuaikan ukuran atau memodifikasi detail lainnya sesuai keinginan. Saat semua selesai sebelum waktunya, Anda pasti akan merasa jauh lebih lega.

 

2. Siapa Yang Sebaiknya Membeli Cincin Kawin?

Kalau Anda mengikuti cara yang tradisional, biasanya pasangan saling membelikan cincin untuk yang lain. Tapi di masa ini, banyak pasangan yang menanggung bersama biaya pernikahan sehingga cincin pernikahan pun menjadi pos pengeluaran yang ditanggung bersama.

Selain faktor biaya, pengalaman memilih dan membeli cincin pernikahan bersama juga bisa menjadi hal yang tidak kalah berkesan. Belum tentu selera Anda dan pasangan sama saat memilih cincin, baik dari jenis logam, desain, ukiran, atau apakah cincin akan memakai berlian atau tidak. Nah, perjalanan menuju kompromi menemukan cincin terbaik seolah jadi versi kecil dari perjalanan cinta Anda berdua.



3. Berapa Harga Cincin Kawin Yang Ideal?

Standarnya, harga cincin kawin jumlahnya mencapai minimal 3% dari keseluruhan budget pernikahan. Tapi tidak ada larangan juga kalau Anda ingin membeli dengan harga yang lebih dari itu.

Beda dari pos pengeluaran lain yang akan ‘sekali pakai’ di hari pernikahan (seperti dekorasi, misalnya) maka cincin kawin akan Anda pakai seumur hidup. Jadi, ada pasangan yang memilih untuk memberi budget lebih untuk cincin kawin karena pertimbangan nilainya yang diharapkan akan long lasting, seperti nilai pernikahan itu sendiri.

 

4. Apakah Cincin Kawin Harus Senada Dengan Cincin Pertunangan?

Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah tergantung selera Anda dan pasangan. Buat yang ingin memakai cincin pertunangan dan cincin kawin di jari tangan yang sama, maka ada yang memilih jenis logam dan model yang senada.

Ada juga yang ingin membuat tampilannya lebih variatif dengan membuatnya sengaja berbeda, tapi tetap saling melengkapi. Misalnya cincin tunangan adalah emas putih dengan berlian solitaire, sementara cincin kawinnya adalah cincin emas kuning 18 karat dengan model band yang simple sehingga solitaire ring bisa jadi pusat perhatian.

Pilihan bisa menjadi lebih beragam buat Anda yang ingin memakai cincin kawin dan cincin tunangan di tangan yang berbeda(misalnya cincin tunangan di jari kiri, sementara cincin kawin di jari kanan). Ini memang tidak umum, tapi kini semakin banyak wanita yang melakukannya. Pilihan ini membuat keduanya tidak harus selalu ‘matching’ baik dari segi logam maupun modelnya.

 

4. Jenis Logam Apa Yang Paling Cocok Untuk Cincin Kawin Anda?

Jenis logam untuk cincin kawin Anda tidak hanya menyoal kecocokan warna logam dan warna kulit. Untuk hal ini, cincin kawin emas kuning lebih cocok untuk tone kulit warna kuning kecokelatan. Sementara untuk kulit kuning yang lebih pucat bisa lebih pas memakai logam dengan tone warna silver seperti logam platinum, emas putih maupun rosegold. 

Pemilihan jenis logam juga berpengaruh terhadap perawatan cincin sesudahnya. Cincin kawin emas kuning termasuk yang mudah dirawat, karena cukup dibersihkan sendiri secara berkala. Sedangkan untuk emas putih, perlu dicelup ke dalam lapisan rhodium sekali setahun supaya selalu tampil cemerlang. Cincin berlogam platinum adalah jenis logam yang tidak akan berubah warna sehingga juga tidak perlu perawatan ekstra.

Baca di sini untuk tahu faktor-faktor lain apa saja yang wajib Andan pertimbangkan saat memilih jenis logam untuk cincin kawin.

 

5. Model Cincin Kawin Apakah Yang Paling Cocok Untuk Anda?

Selain mengembalikan ini ke selera Anda dan pasangan, beberapa hal juga bisa jadi bahan pertimbangan. Cincin kawin yang paling umum adalah model band polos yang simple. Selain sederhana, model ini memungkinkan cincin tunangan (kalau ada) milik mempelai wanita tampil jadi bintangnya saat dipakai.

Model cincin kawin lainnya adalah pave styles yaitu cincin yang dilapis oleh deretan berlian atau batu kecil di sekelilingnya. Tapi untuk model ini, pertimbangkan aktivitas sehari-hari Anda saat memakainya nanti. Karena batu-batu ini lebih berisiko saat dipakai melakukan aktivitas fisik yang aktif. Saat terbentur, bisa jadi batu akan longgar dan kemudian lepas.

Untuk mengakalinya, Anda bisa memakai model ‘channel setting’ yaitu berlian atau batu yang posisinya sejajar dengan permukaan band sehingga tidak menonjol keluar. Saat Anda aktif, batu pun aman dan jauh dari risiko terbentur.

6. Apakah Pasangan Harus Memakai Cincin Kawin Yang Identik Sama?

Kalau Anda dan pasangan bisa sepakat pada cincin yang identik sama, maka berkuranglah satu masalah dasar saat memilih cincin kawin. Tapi buat Anda yang tidak bisa sepakat, tenang saja, pasangan tidak harus memakai cincin kawin yang identik, kok. Seperti halnya pernikahan itu sendiri, kepribadian yang menjadi simbol identitas masing-masing harus tetap hadir sebagai warna-warna yang indah dan harmonis.

Anda bisa menyatukan dua selera dalam satu model cincin pernikahan yang sama dengan banyak kompromi. Misalnya, jenis logamnya adalah emas kuning yang merupakan kesukaan pasangan Anda, sementara modelnya menampilkan simpul Love Knot yang sangat Anda suka. Saat melihat desain akhirnya, ada cerminan dua pribadi yang terpadu indah dalam cincin kawin Anda berdua. Pengingat yang manis, bukan?

Tapi itu bukan satu-satunya pilihan. Anda juga bisa sepakat pada cincin yang berbeda, namun tetap dengan benang merah yang sama. Misalnya, logamnya sama-sama platinum, tapi pasangan Anda suka dengan model cincin kawin polos tanpa berlian atau malah channel setting dengan satu berlian yang tidak terlalu kentara. Sementara Anda lebih suka cincin kawin bermodel pave style dengan berlian senada yang ukurannya lebih kecil. Tetap terlihat manis, bukan?

7. Bagaimana Menentukan Pilihan Di Antara Begitu Banyak Alternatif?

Terlalu banyak pilihan membuat Anda dan pasangan? Sering terjadi memang. Hal ini bisa dihindari di awal dengan mempersempit pilihan untuk tiap kategori. Misalnya, logam pilihannya antara platinum dan emas kuning.  Batu utama pilihannya antara berlian dan batu mulia. Model pilihannya antara yang simple dan punya sentuhan unik, band pilihannya antara yang polos atau berukir, begitu seterusnya. Dengan pilihan yang lebih sempit, maka langkah pengambilan keputusan pun akan lebih efektif.

 

Semoga pertanyaan-pertanyaan Anda telah terjawab dengan uraian di atas. Apa pun pilihan cincin kawin Anda dan pasangan nantinya, pastikan nyaman dipakai dan menyiratkan kepribadian Anda berdua. Selamat berpetualang mencari cincin kawin impian!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *