Articles

Articles Stories

10 Cerita Proposal Unik Yang Bisa Jadi Inspirasi Melamar Kekasih

‘Will you marry me’ mungkin hanya terdiri dari empat kata, tapi ketika diucapkan pada momentum yang tak terduga, reaksinya bisa sangat sentimental dan berkesan.

Ketika Anda tertarik untuk membaca tulisan ini, bisa jadi Anda adalah a) laki-laki yang sedang mencari ide untuk melamar sang kekasih atau b) seorang perempuan yang membayangkan kejutan apa yang akan didapat saat dilamar kekasih.

Siapa pun Anda, faktanya Anda tidak sendirian. Jutaan orang di dunia juga mengalami kegundahan yang sama. Tapi beruntungnya Anda, mereka yang sudah malalui fase ini bersedia berbagi cerita versi lamaran versi mereka. Lamaran ini bisa sesuatu yang direncanakan atau bahkan betul-betul jadi momen penuh kejutan.

Apa pun itu, keduanya sama-sama menghadirkan efek yang sangat sentimental, tidak hanya untuk yang dilamar tetapi juga yang melamar. Tidak hanya empat kata ajaib ‘Will you marry me’ tapi juga cincin tunangan yang disodorkan. Tidak peduli apakah model cincin tunangan ini berbentuk cincin emas putih, cincin tunangan emas kuning atau model cincin berlian yang memukau, pasti akan jadi momen yang tidak akan terlupakan.

 

Sarah & Austin: Proposal Untuk Diri Sendiri

Apa yang ada dalam pikiran ketika pasangan Anda adalah seorang wedding planner? Tentu perlu memutar otak untuk bisa melakukan proposal yang istimewa. Inilah yang harus dipikirkan Austin ketika akan melamar kekasihnya, Sarah, yang adalah seorang wedding planner.

Austin pun memanfaatkan sahabatnya, Adam, untuk memakai jasa Sarah untuk (seakan-akan) melamar kekasihnya. Sarah merencanakan Adam dan kekasihnya akan berjalan-jalan di hutan untuk kemudian menemukan botol dengan kertas berisi lamaran di dalamnya.

Di hari H, fotografer yang bertugas bilang bahwa kertas di dalam botol telah menghilang. Sarah pun sigap menanggapi kejadian tak terduga ini. Tapi yang ia temukan malah botol dan tulisan yang sama sekali berbeda. Barulah Sarah sadar bahwa dirinyalah yang dilamar oleh Adam.

 

Annie & Nikki: Photobooth Istimewa

Sepasang kekasih ini punya langganan restoran yang memiliki sebuah photo booth di bagian bawahnya. Setiap makan di sana, Annie dan Nikki selalu menyempatkan untuk berfoto bersama. Tidak terkecuali di satu malam ketika mereka berencana makan bersama sepupu-sepupu Nikki, tapi tiba-tiba batal.

Mereka pun hanya makan berdua dan sesudahnya tetap foto-foto di photo booth langganan. Semuanya berjalan normal sampai Nikki mengeluarkan cincin tunangan saat timer kamera otomatis akan menyala. Annie pun menangis histeris dan bisa ditebak, foto-foto yang dihasilkan kemudian adalah ekspresi asli Annie saat menerima lamaran Nikki.

 

Sunay & Sweeti: Kejutan Saat Skydiving

Sunay dan Sweeti punya rencana untuk berkemah bersama. Tapi di perjalanan menuju tempat berkemah, tiba-tiba saja Sunay berbelok ke sebuah tempat untuk melakukan aktivitas skydiving. Sunay pun beralasan kalau skydiving ini akan menyenangkan karena bisa memantau lokasi kemah mereka. Sweeti yang memang suka skydiving sama sekali tidak menolak.

Yang sama sekali tidak diduga oleh Sweeti, sesaat sesudah ia melompat dengan instruktur yang menjadi tandemnya, ia melihat sebuah banner ukuran raksasa di lapangan rumput di bawahnya yang bertuliskan, “Sweeti, will you marry me?” Sweeti yang kaget bahkan sempat menanyakan apakah banner itu ditujukan untuk dirinya.

 

Ericka J. Otero: Dilamar Di Bianglala

Waktu beberapa menit di atas bianglala (ferris wheel) ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk melamar. Seperti yang dilakukan oleh kekasih Ericka yang tinggal di Santa Monica. Satu malam, mereka berdua memutuskan untuk naik bianglalal. Ia pun dilamar ketika bianglala tepat berada di titik tertinggi. Bukan itu saja, di bawah, empat orang sahabat memegang banner dengan tulisan yang menyala dalam gelap, “Marry me?” Ericka mengaku ia tidak bisa berhenti menangis dan memeluk pacarnya saat itu.

 

Megan Krause – Drama di Trevi Fountain

Saat pergi ke Roma, para turis pasti tidak akan melewatkan kunjungin ke air mancur Trevi yang terkenal. Begitu juga Megan yang menjadikan Trevi Fountain sebagai salah satu spot wajib sehingga ia pun mengunjunginya lebih dari sekali saat ia liburan bersama kekasih dan keluarga mereka. Makin mendekati Trevi Fountain, tiba-tiba keluarga bilang kalau mereka capek dan alih-alih akan menunggu di kedai kopi terdekat.

Saat mereka duduk dengan tenang di depan Trevi Fountain, waktu masih menunjukkan pukul 8.30 pagi dan tidak banyak turis yang berkeliaran. Kekasih Megan pun berlutut dan melamarnya. Hari itu mereka menghabiskan sisa waktu di Colosseum dan kemudian 2 minggu berikutnya di Italia bagian selatan yang dikenal punya pemandangan eksotis.

 

Sarah dan Liam: Dibantu Siswa

Sarah dan kekasihnya, Liam, sama-sama guru di sebuah sekolah dasar di Mesir. Meskipun keduanya sudah memutuskan untuk bertunangan dan membeli bersama cincin tunangannya, tetap saja momen lamaran yang dilakukan Liam tetap penuh kejutan.

Saat mengalami hari yang melelahkan di sekolah setelah selesai ujian, tiba-tiba saja Sarah dipanggil ke aula sekolah. Di sana, murid kelas 6 yang diasuhnya sudah duduk berjejer memegang papan dengan tulisan “Sarah, will you marry me?” Sarah bilang itu adalah momen paling membahagiakan dalam hidupnya.

 

Lee dan Keith: Mengukir Pasir Gurun

Lee dan Keith tinggal di Port Elizabeth, Afrika Selatan. Satu akhir pekan, mereka diundang ke Sundays River untuk merayakan ulang tahun pacar dari adik Keith. Sundays River ini adalah daerah di mana sungai bertemu dengan gurun pasir. Saat hari mulai senja, Lee dan Keith diminta untuk menjemput keluarga yang masih jalan-jalan di gurun pasir.

Mereka berdua pun menaiki perahu sepanjang sungai. Sampai di satu titik gurun pasir, Keith mengajak Lee turun dan di tengah hamparan gurun pasir di dekatnya sudah tertulis dalam ukiran besar, “Lee, will you marry me?” plus sebuah buket bunga mawar merah dan sebotol champagne di sebelahnya. Keith pun melamar Lee dengan cincin tunangan yang selama ini ia impi-impikan.

 

Jennifer Lynn: Cincin Di Alat Pemancing

Punya hobi memancing? Mungkin bisa mencoba ide lamaran yang dilakukan oleh kekasih Jennifer. Ia mengajak Jennifer ke tengah laut untuk memancing. Yang tidak diketahui Jennifer, sang kekasih menaruh cincin lamaran sebagai umpan. Ketika Jennifer mencoba memancing dan menggulung pancingan, ia pun menemukan cincin berlian di ujung tali pancing. Meskipun unik, tapi cara ini tidak disarankan karena terlalu berisiko, dari cincin yang jatuh ke laut atau justru dimakan oleh ikan laut.

 

Kristi Whitcomb: Lamaran Di Atap

Di daerah Colorado tempat Kristi dan kekasihnya tinggal sering terjadi badai yang mampu menerbangkan atap-atap rumah. Saat sebuah badai besar menerjang, kekasih Kristi pun menelpon perusahaan yang memperbaiki atap dan meminta mereka untuk tidak cuma memperbaiki tapi juga mengecat atap dengan tulisan ‘Will you marry me?”

Jadilah satu hari Kristi pulang ke rumah menemukan tulisan tersebut di atas rumahnya diikuti oleh lamaran kekasihnya bagian depan rumah. Cerita belum berakhir sampai di situ. Orang yang lewat di depan rumah Kristi sempat memotret mereka saat lamaran sedang berlangsung dan menaruhnya di Facebook. Cerita lamaran mereka pun jadi viral.

 

Catherine: ‘Kecelakaan’ Perahu

Catherine dan kekasihnya biasa menghabiskan musim panas di sebuah danau sambil menaiki perahu. Satu musim panas yang tidak terlupakan, mereka pun naik perahu boat sambil menikmati suasana. Sementara di pinggir danau teman-teman mereka berbaris sambil memegang papan bertuliskan “Will you marry him?”, kekasih Catherine pun berlutut di atas perahu dan melamarnya.

Yang tidak terduga, sahabat mereka yang mengemudikan perahu justru menekan gas dan perahu pun melaju tiba-tiba. Bisa diduga, kekasih Kate yang berdiri di pinggi perahu pun terlempar ke air bersama dengan cincinnya. Meskipun lamaran tidak sesuai rencana, Catherine merasa itu adalah saat paling berkesan dalam hidupnya.

 

Unik, kan, cara orang-orang di dunia menciptakan proposal scene mereka? Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *